Sabtu, 07 Juni 2025

 Son or daughter which is better?

Anak lelaki atau anak perempuan adalah titipan Tuhan yang diberikan kepada orang tuanya. Sangat picik rasanya apabila hanya anak lelaki yang selalu diharapkan hadir ke dunia dan apabila lahir seorang anak perempuan mereka bermasam muka.

Mengapa selalu anak lelaki yang di banggakan dan diharapkan, apakah anak perempuan sehina itu ?

Tuhan saja begitu mengasihi anak perempuan, lalu kenapa kalian para manusia begitu bersedih hati saat anak perempuan itu lahir. Begitu sayangnya tuhan terhadap makhluknya hingga diturunkan Q.S An-Nisa.

Terasa sakit sekali hati ini saat disebut mereka hanya bangga dan mengharapkan anak lelakinya. Seakan anak perempuan itu tak ada artinya lahir ke dunia ini. Tak ada yang mengharapkannya, lalu kehilangan arti mereka lahir ke dunia. Hati terasa hancur seketika, bagaikan kaca yang terjatuh lalu menjadi serpihan. Kembali disusun pun, kaca itu tak bisa memantulkan gambaran yang sempurna kembali.

Al-Qur’an juga menentang keras diskriminasi terhadap anak-anak, terutama yang didasarkan pada jenis kelamin, yang merupakan kebiasaan masyarakat jahiliyah. QS an-Naḥl ayat 58-59 menegaskan bahwa membedakan perlakuan antara anak laki-laki dan perempuan adalah perbuatan yang tercela. Rasulullah sendiri pernah menegur seorang lelaki yang memperlakukan anak laki-lakinya lebih istimewa daripada anak perempuannya, dan mengingatkannya untuk menyamakan perlakuan antara keduanya.

Jelaslah bahwa bersikap adil terhadap semua anak, tanpa membedakan jenis kelamin, adalah ajaran penting dalam Islam. Dengan menegakkan keadilan, kita tidak hanya memenuhi hak anak-anak, tetapi juga mendekatkan diri kepada takwa dan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh agama. Dalam dunia yang semakin kompleks, menjaga keadilan bagi semua anak adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih baik dan beradab.

Jadi, anak laki-laki ataupun perempuan yang lahir ke dunia ini memiliki hak yang sama serta setara dari kedua orang tuanya.

Share:

Kamis, 18 April 2024

NOSTALGIA YANG SEMPAT TERLUPA KETIKA DEWASA

 ============================================================================

Saat membuka drive portable untuk mencari data tugas di masa kuliah dulu untuk dikirimkan ke teman, disitulah aku menemukan kembali draft-draft tulisan di saat masa putih abu-abu. Tulisan ini begitu menyentuh relung hatiku saat ku baca kembali hingga tanpa sadar menetaskan air mata di pipi ini. Menyeruakkan rasa bersalah dan mungkin dosa-dosa yang telah aku perbuat pada orang tuaku selama ini.

Silahkan disimak tulisan di masa putih abu-abu ku... 

 

PENGALAMAN YANG TAK DAPAT TERLUPAKAN KETIKA BERSAMA AYAH

         Pengalamanku ketika bersama ayah yang tidak pernah dapat ku lupakan adalah ketika aku masih duduk di sekolah menengah pertama. Saat itu aku sekolah sangat jauh dari rumah ku sehingga ayahku harus mengantar dan menjemput ku ke sekolah dengan sepeda motornya, dari rumah ke sekolah ku kira-kira berjarak sekitar 17 km. Syukurnya ayah bekerja di kota sehingga ayah ku tidak capek bolak-balik, tetapi sebenarnya walau kantor ayah ku berada di kota yang sama, jarak kantor ayah dan sekolah cukup jauh. Aku sangat kagum dengan ayah ku, karena dia rela membagi waktu berangkat kantornya untuk mengantar dan menjemput ku sekolah walau itu kewajibannya dia tidak pernah mengeluh kepada ku ataupun meminta ku untuk pindah dari sekolah itu. 

    Sebenarnya ayah ingin aku sekolah di dekat rumah saja, tetapi karena aku mempunyai tekad untuk bersekolah yang terbaik akhirnya ayah pun mengalah demi aku. Aku pulang sekolah pukul 17.00 wita, ayah ku tetap sabar menunggu di sebuah warung di dekat sekolah untuk menjemput ku walau sebenarnya ayah ku telah pulang kantor pada pukul 16.00 wita, sehingga dia menunggu di warung itu selama satu jam setiap harinya. Dengan sabarnya dia setiap harinya menunggu ku. 

    Pernah pada suatu hari ayah telat untuk menjemput ku, aku terus menelpon sambil marah-marah tanpa memikirkan apa yang menyebabkan ayah ku terlambat. Ternyata ayah ku ada rapat penting di kantor, aku sangat malu pada diriku karena apa yang telah ku perbuat. Selama aku menunggu ayah menjemput, terlintas bayangan saat-saat ayahku sedang menunggu di warung dekat sekolah dengan sabarnya dan ketika dari kejauhan ayahku telah tersenyum ramah padaku menandakan bahwa untuk pulang ke rumah. Aku sangat malu sekali pada diriku, apa yang telah aku lakukan tadi. Ayah ku setiap hari telah dengan sabarnya menunggu ku setiap harinya di sini, tetapi aku yang baru menunggu selama setengah jam langsung marah-marah saja tanpa alasan. Sehingga setelah kejadian itu aku mulai mengenal sosok keteguhan dan kesabaran seorang ayah yang sangat mencintai dan mendukung cita-cita anaknya. Ayah yang selain berjuang mencari nafkah bagi keluarga juga melindungi, merawat, serta mengasihi anak-anaknya. Bagiku ayah juga sangat berarti dan berperan dalam kehidupan ku. Walau ayah sering ku bentak dan sering melanggar peraturannya, ayah tetap dengan sabar membimbing dan mendukung apa cita-cita ku. 

 

 

Kisah ini mungkin juga pernah di alami oleh anak-anak yang lain ketika bersekolah jauh dari rumah mereka. Problema ini hadir mungkin karena fasilitas dan kesetaraan sekolah yang belum merata di seluruh Indonesia. Sehingga banyak anak-anak yang memilih untuk sekolah jauh dari rumah, namun mereka bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan sesuai dengan apa yang mereka impikan.

Share:

Minggu, 25 Februari 2024

 

SINNER

Sinner atau bisa disebut pendosa. Dari mana asal muasal istilah pendosa itu datang ?

Apakah semua makhluk dimuka bumi ini adalah pendosa ?

Mungkin saja tidak, karena ada pula istilah bayi itu terlahir suci. Lalu apa yang menyebabkan seseorang menjadi pendosa ?

Mari kita cari dan simak bersama-sama

Pertama kita telusuri dulu arti kata pendosa. Berdasarkan KBBI online definisi atau arti kata pendosa yaitu :

dosa /do·san 1 perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama: ya Tuhan, ampunilah segala
• dosa kami;
 2 perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara): perbuatan itu dapat dianggap sbg
• dosa besar thd nusa dan bangsa;

• dosa asal Kat dosa yg diturunkan dr Adam dan Hawa;
berdosa /ber·do·sav 1 berbuat dosa: dilakukannya perbuatan yg nista itu tanpa perasaaan berdosa; 2 berbuat kesalahan: ia merasa berdosa kpd orang tuanya krn tidak mematuhi perintah dan nasihatnya;
pendosa /pen·do·san orang yg berbuat dosa

lalu mari kita telusur lagi asal muasal kata pendosa ini. Original sin is the Christian doctrine that holds that humans, through the fact of birth, inherit a tainted nature with a proclivity to sinful conduct in need of regeneration. (Dosa asal adalah doktrin Kristen yang menyatakan bahwa manusia, melalui fakta kelahiran, mewarisi sifat yang tercemar dengan kecenderungan melakukan perbuatan berdosa yang memerlukan regenerasi.)

Namun hal ini berbeda pula arti dari agama lain seperti misal dari agama buddha yang menyebutkan bahwa dalam agama Buddha ada kata "dosa" tapi dengan arti yang berbeda. Dalam agama Buddha kata "dosa" berarti kebencian.

Selanjutnya dari pengertian dosa menurut agama hindu, Dosa dalam agama Hindu diartikan sebagai karma buruk karena kebodohan, dimana kebodohan merupakan akar dari kejahatan. Dosa menimbulkan penderitaan, dan dosa pula yang mengantarkan atma ke dalam lingkaran kelahiran dan kematian. Dosa jugalah yang menyebabkan atma mendapat kehidupan di neraka dan mendapat badan yang tidak sempurna bila bereinkarnasi kembali.

Kemudian mari kita bahas Dosa menurut Islam adalah segala jenis larangan dari Allah yang dikerjakan oleh manusia ataupun segala perintah wajib dari Allah yang tidak dikerjakan oleh manusia.

Setelah kita menelusuri beberapa istilah dosa maupun pendosa dari berbagai agama tadi bahwa makhluk di muka bumi ini bisa menjadi pendosa atau tidak tergantung dari bagaimana dia menjalani kehidupannya selama ini.  Sebab manusia adalah makhluk yang istimewa, manusia diciptakan Allah begitu sempurna, yakni memiliki akal yang selalu mengarah kepada kebajikan, dan nafsu yang mengacu kepada keburukan. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia pasti bisa berbuat dosa dan kesalahan. Karena nafsu yang dimiliki manusia, membuat manusia itu berjuang untuk menentukan pilihan, antara kebajikan dan keburukan.

Namun seorang hamba pendosa, dia tetaplah seorang manusia, manifestasi ciptaan Tuhan yang paling baik. Hamba pendosa bukanlah makhluk hina, sehingga pantas menerima kutukan.

Manusia yang berbuat kesalahan tidak berubah najis tubuhnya, hingga layak dijauhi dari masyarakat. Justru sebaliknya, seorang hamba yang melakukan kesalahan dan dosa kepada Allah merupakan makhluk yang mulia. Makhluk yang dinanti-nantikan oleh Allah. Mengapa begitu?

Pertanyaan dasarnya adalah, mengapa ada perbuatan baik dan buruk?, mengapa Allah mengizinkan manusia untuk berbuat buruk?. Ternyata terlepas dari bagaimana dosa atau kesalahan kita kepada Allah, pintu tobat dan ampunan-Nya selalu terbuka lebar.

Karena, amal saleh memang dicintai oleh Allah, tetapi, tobatnya hamba maksiat lebih Allah cintai. Karena Allah maha Pengampun dan Penerima tobat.

 

 

Share: